,
Hi Aceh
Home/DAERAH/USK Gelar Edukasi Menopause bagi Perempuan di Aceh Besar dan Banda Aceh
DAERAH

USK Gelar Edukasi Menopause bagi Perempuan di Aceh Besar dan Banda Aceh

Redaksi
Redaksi·calendar_todayJune 26, 2026·12.17 WIB
Foto 1

Banda Aceh – Tim Pengabdian Masyarakat Community Development World Class University (Comdev WCU) Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Melewati Masa Transisi: Edukasi Menopause untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Perempuan”.

Program strategis ini dilaksanakan di dua lokasi untuk menjangkau karakteristik masyarakat yang lebih luas, yakni di Meunasah Moncut, Lhoknga, Aceh Besar pada 21 Mei 2026, serta di Lampaseh, Banda Aceh pada 15 Juni 2026.

Kegiatan di kedua wilayah tersebut menghadirkan pelatihan intensif bagi kader PKK dan Posyandu. Program ini didukung penuh oleh dosen Departemen Farmasi FMIPA USK, Bagian Gizi dan Bagian Obstetrik dan Ginekologi Fakultas Kedokteran USK, serta melibatkan lima mahasiswa Departemen Farmasi.

Materi mengenai kesehatan reproduksi dan fase menopause disampaikan langsung oleh dr. Ika Arfita, Sp.O.G.

Urgensi Edukasi Menopause di Aceh

Salah satu anggota pengabdian masyarakat Comdev WCU USK, Dr. Meutia Faradilla.Apt, menjelaskan, pelaksanaan pengabdian di Aceh Besar dan Banda Aceh ini mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh tahun 2025 yang menunjukkan sebanyak 53,83 persen perempuan di Aceh berada pada usia subur, dan 33,41 persen di antaranya telah berusia di atas 40 tahun sehingga mulai memasuki fase perimenopause.

"Sementara itu, tren peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) perempuan Indonesia dari 40 tahun pada 1950-an menjadi 70 tahun pada 2020 menunjukkan bahwa perempuan akan menjalani masa hidup yang lebih panjang dalam fase menopause," kata Meutia.

Kondisi tersebut, lanjut Meutia, mendorong tim USK menjangkau wilayah sub-urban seperti Lhoknga dan kawasan urban seperti Lampaseh untuk menghadirkan edukasi serta layanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan.

Target Program dan Kolaborasi

Secara umum, rangkaian kegiatan di Meunasah Moncut dan Lampaseh bertujuan untuk; memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada kelompok perempuan dewasa, meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pembekalan materi dan

melakukan alih teknologi melalui penyebaran modul praktis dan video edukasi tentang menopause.

"Dalam pelaksanaannya, USK bermitra dengan Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA), organisasi non-profit yang aktif mendampingi masyarakat di berbagai gampong di Aceh," kata Meutia.

Meutia mengatakan, kolaborasi pengabdian antara FMIPA dan Fakultas Kedokteran USK ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 5 (Kesetaraan Gender). Melalui pembekalan pengetahuan kesehatan reproduksi yang tepat, perempuan di kedua wilayah tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hidupnya selama masa transisi menopause.

Menurut Meutia, pelatihan kader yang telah dilaksanakan di Meunasah Moncut, Aceh Besar, dan Lampaseh, Banda Aceh, menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Setelah menyasar para kader, program ini diproyeksikan berlanjut dengan edukasi yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.

"Melalui penyebaran informasi yang lebih merata, diharapkan stigma negatif terhadap proses penuaan dapat berkurang, perempuan semakin berdaya dalam mengambil keputusan terkait kesehatan tubuhnya, serta kesetaraan gender semakin kuat melalui akses informasi yang setara," pungkas Meutia.[]

Komentar

0