,
Hi Aceh
Home/GAYA HIDUP/Asap Rokok Bisa Picu Bakteri Pneumonia Bersarang di Saluran Napas
GAYA HIDUP

Asap Rokok Bisa Picu Bakteri Pneumonia Bersarang di Saluran Napas

Redaksi
Redaksi·calendar_todaySeptember 27, 2026·03.37 WIB
Foto 1

Asap rokok sering kali dianggap sekadar gangguan bagi orang di sekitar. Padahal, paparan berulang dapat memengaruhi pertahanan alami saluran pernapasan dan memberi ruang bagi bakteri penyebab infeksi untuk bertahan.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi, dr. Joyce Bratanata, menjelaskan bahwa perokok dapat memiliki kolonisasi bakteri tertentu di hidung dan tenggorokan. Ketika sistem imun melemah, bakteri tersebut dapat turun ke saluran napas bagian bawah dan memicu pneumonia.

Ketika Bakteri Turun ke Paru-paru

Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae. Ketika bakteri mencapai paru-paru, infeksi dapat memicu peradangan pada alveoli atau kantung udara.

Peradangan tersebut dapat menyebabkan cairan hingga nanah menumpuk di dalam alveoli. Akibatnya, pertukaran oksigen terganggu dan pasien dapat mengalami sesak napas berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun virus, sementara jamur dan parasit menjadi penyebab yang lebih jarang. Merokok termasuk salah satu perilaku yang dapat meningkatkan risiko pneumonia.Baca jugaTak Hanya Paru-Paru, Rokok juga Bisa Masuk ke Lambung

Bahaya Asap Rokok Tak Berhenti pada Perokok

Persoalannya, orang yang menghirup asap rokok tidak selalu merupakan orang yang menyalakan rokok. Mereka yang berada di sekitarnya juga dapat terpapar.

Joyce mengingatkan agar perokok tidak merokok di dalam rumah atau ruangan tertutup. Asap yang terperangkap di dalam ruangan dapat meningkatkan risiko bagi anggota keluarga, terutama anak-anak, balita, dan lansia.

Selain itu, paparan asap rokok dalam jangka panjang juga dapat merusak jaringan paru secara permanen dan berkontribusi terhadap berkembangnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Memberi Jeda untuk Paru-paru

Menjaga kesehatan saluran pernapasan tidak hanya berarti menghindari infeksi ketika sudah muncul. Mengurangi paparan faktor risiko juga menjadi bagian penting dari pencegahan.

Bagi perokok, berhenti merokok merupakan langkah yang disarankan. Jika belum mampu berhenti sepenuhnya, menghindari merokok di sekitar anggota keluarga setidaknya dapat mengurangi paparan asap rokok terhadap orang lain.

Langkah lain yang disarankan antara lain mencuci tangan sebelum menyentuh anak, menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek, serta melengkapi vaksinasi sesuai anjuran.

Sebab, menjaga paru-paru bukan hanya tentang bagaimana seseorang bernapas hari ini. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari ikut menentukan seberapa kuat saluran pernapasan menghadapi berbagai ancaman infeksi

Komentar

0