,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Dek Fadh : Muzakarah Ulama Jadi Rujukan Pemerintah dalam Membangun Aceh
DAERAH

Dek Fadh : Muzakarah Ulama Jadi Rujukan Pemerintah dalam Membangun Aceh

Redaksi
Redaksi·calendar_todaySeptember 27, 2026·03.37 WIB
Foto 1

Aceh Timur – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, menegaskan pentingnya Muzakarah Ulama Aceh sebagai ruang bagi para ulama untuk memberikan pandangan, nasihat dan masukan kepada pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan keumatan.

Pesan itu disampaikan Dek Fadh saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Minggu (27/9/2026).

Menurut Dek Fadh, muzakarah memiliki arti penting bagi Aceh karena menjadi forum para ulama untuk bertukar pandangan sekaligus membahas persoalan yang dihadapi masyarakat. Masukan tersebut diharapkan menjadi bagian dalam memastikan pembangunan Aceh tetap berpijak pada nilai-nilai agama dan kearifan lokal.

“Pemerintah Aceh sangat menghormati dan membutuhkan nasihat para ulama. Kita berharap silaturahmi seperti ini terus terjaga, sehingga pemerintah dan ulama dapat berjalan bersama dalam membangun Aceh serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Ia menekankan, hubungan ulama dan umara perlu terus diperkuat. Pemerintah tidak hanya membutuhkan dukungan, tetapi juga pandangan dan nasihat ulama dalam menjalankan pembangunan serta menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

“Ulama dan umara harus seiring sejalan dalam membangun, untuk mewujudkan Aceh yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh juga mengapresiasi capaian kafilah Aceh yang berhasil menempati peringkat keempat MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras kafilah, pelatih, official, LPTQ, pemerintah, serta dukungan dan doa para ulama dan masyarakat Aceh.

Dek Fadh berharap capaian itu menjadi momentum untuk semakin memperkuat pembinaan generasi Qurani melalui dayah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Aceh.

“Prestasi ini jangan hanya kita lihat sebagai sebuah peringkat. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa dan dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan, persatuan dan kepedulian terhadap sesama.

“Semoga dengan berkah Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa para ulama, Aceh semakin aman, damai, maju dan sejahtera,” kata Dek Fadh.[]

Komentar

0