,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Tim PKM-BPB USK Bekali Kader Posyandu di Banda Aceh Ilmu Produksi Teh Herbal Peningkat Daya Tahan Tubuh
DAERAH

Tim PKM-BPB USK Bekali Kader Posyandu di Banda Aceh Ilmu Produksi Teh Herbal Peningkat Daya Tahan Tubuh

Redaksi
Redaksi·calendar_todayJuly 15, 2026·12.23 WIB
Foto 1

BANDA ACEH– Upaya meningkatkan kesehatan dan ekonomi warga terus dilakukan di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM-BPB) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar edukasi dan pelatihan produksi teh herbal fungsional sebagai imunomodulator ringan, 6-7 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Meunasah Alue Naga ini menyasar para kader Posyandu. Tim PKM-BPB USK melibatkan dosen dari Departemen Farmasi dan Departemen Manajemen USK, serta dua mahasiswa Departemen Farmasi.

Edukasi Manfaat dan Praktik Pembuatan

Rangkaian hari pertama diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta tentang teh herbal. Selanjutnya peserta mendapat sosialisasi mengenai pemanfaatan teh herbal. 

Narasumber memperkenalkan bahan-bahan utama seperti jahe merah, serai, dan daun pandan yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. 

Sesi praktik langsung juga diberikan. Peserta diajarkan cara membuat teh herbal bunga telang, mulai dari persiapan bahan, penyeduhan dengan air mendidih, pengadukan, penyaringan, hingga pengemasan. Untuk mendorong kemandirian, peserta juga dibagikan teh herbal kemasan kantong pouch.

"Harapannya setelah pelatihan ini, warga bisa membuat teh herbal secara mandiri di rumah sebagai minuman kesehatan sehari-hari," ujar tim pengabdian.

Dibekali Strategi Pemasaran dan Bisnis

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih ke aspek ekonomi. Dosen Departemen Manajemen USK memberikan edukasi strategi pemasaran dan pengembangan usaha produk teh herbal.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya memahami kebutuhan konsumen sebelum menyusun perencanaan pemasaran. Produk teh herbal dinilai menjawab tren masyarakat yang menginginkan gaya hidup sehat praktis.

"Untuk keberlanjutan produk di pasar, diperlukan bauran pemasaran yang kuat meliputi produk, harga, tempat, dan promosi atau 4P," jelas narasumber.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain penyesuaian harga dengan produk pesaing, kemasan yang mudah digunakan, kemudahan akses di warung kopi, serta komunikasi pemasaran efektif untuk membangun persepsi positif tentang manfaat teh herbal.

Narasumber juga mengingatkan bahwa kualitas produk, pelayanan, dan promosi adalah satu kesatuan yang saling memengaruhi kepuasan pelanggan.

Hasil Signifikan

Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Data pre-test dan post-test kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Paired Samples T-Test.

Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan secara statistik. Hal ini menegaskan efektivitas program edukasi dalam meningkatkan pengetahuan warga mengenai manfaat teh herbal sebagai minuman kesehatan peningkat imunitas.

Melalui program ini, USK berharap produksi teh herbal fungsional di Gampong Alue Naga tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi peluang usaha baru yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.[]

Komentar

0