Marak Pencurian di Wilayah Migas Aceh Utara, BPMA Gandeng Polda Perkuat Pengamanan Objek Vital

LHOKSUKON – Meningkatnya kasus pencurian dan gangguan keamanan di sekitar fasilitas produksi migas di Aceh Utara mendorong Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Polda Aceh memperkuat pengamanan objek vital nasional (Obvitnas). Langkah itu dilakukan melalui kunjungan lapangan sekaligus monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pedoman Kerja Teknis (PKT) Pengamanan Khusus Eksternal di Wilayah Kerja B PT Pema Global Energi (PGE).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Divisi Formalitas, Hubungan Eksternal, dan Sekuriti (DFHE) BPMA Irham M. Amin, Relations Manager PGE Wilya Retnosari, Field Support Manager PGE Agung Widyantoro, Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Aceh Dr. Marzuki, serta jajaran Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe.
Wilayah Kerja B yang dikelola PGE merupakan salah satu objek vital nasional sektor energi yang membutuhkan pengamanan terpadu antara BPMA, Polri, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Melalui kegiatan ini, seluruh pihak mengevaluasi efektivitas pengamanan eksternal, memetakan potensi ancaman, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan operasional hulu migas tetap berjalan aman dan lancar.
Kepala Divisi DFHE BPMA Irham M. Amin mengatakan, meski BPMA memiliki tugas pengawasan dan pengendalian kegiatan hulu migas di Aceh, aspek pengamanan membutuhkan dukungan penuh dari aparat keamanan.
"Kami berharap bersama-sama memberikan langkah-langkah mitigasi risiko secara konkret, baik upaya pencegahan maupun penanganan hukum. Ke depan, kita juga akan bahas dukungan alat, seperti pemasangan CCTV," ujar Irham.
Relations Manager PGE Wilya Retnosari mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun ini terjadi peningkatan kasus pencurian dan gangguan kamtibmas di sekitar fasilitas produksi perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak mengganggu kelangsungan operasi migas.
"Kami berharap ke depan kita bisa mencari solusi terbaik agar kasus pencurian dan gangguan keamanan lainnya bisa diminimalkan hingga mencapai zero kasus," katanya.
Sementara itu, Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Aceh Dr. Marzuki menegaskan pentingnya koordinasi yang intensif antara seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi BPMA, PGE, Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keamanan objek vital nasional sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.[]












