Empat Pelajar Aceh Kuliah Teknologi Kimia di Tiongkok, Disiapkan Jadi Penggerak Hilirisasi Industri Daerah

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mengirim empat pelajar terbaik untuk melanjutkan pendidikan pada bidang Teknologi di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok. Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Aceh yang memiliki kompetensi global untuk mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi di daerah.
Keempat penerima beasiswa tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan pendidikan yang ditempuh para pelajar itu tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pembangunan Aceh.
"Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk daerah," ujar Fadhlullah.
Menurutnya, Aceh membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan wawasan global untuk mengambil peran dalam pengembangan industri berbasis sumber daya alam. Karena itu, para penerima beasiswa dipersiapkan untuk menjadi pelaku utama dalam proses hilirisasi yang tengah didorong pemerintah.
"Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri," tegasnya.
Sebelum berangkat ke Tiongkok, keempat pelajar tersebut akan mengikuti pelatihan intensif Bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali, Sulawesi Tengah. Pelatihan itu menjadi bekal sebelum memulai perkuliahan pada September 2026.
Pendidikan di bidang teknologi kimia yang akan mereka tempuh dinilai relevan dengan kebutuhan Aceh dalam mengembangkan industri pengolahan sumber daya alam, termasuk sektor energi dan petrokimia yang memiliki potensi besar di masa mendatang.
Keberangkatan para penerima beasiswa dilepas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (19/7/2026).
Marthunis berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin, menjaga nama baik Aceh dan Indonesia, serta kembali membawa ilmu dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Aceh meyakini program beasiswa ini akan melahirkan generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak hilirisasi industri di Aceh, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat global.[]












