Bupati Aceh Tenggara Pimpin Apel Siaga Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana

Kutacane – Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry memimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan Pemuda Aceh Tenggara, Sabtu (27/6/2026), sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam.
Apel tersebut dihadiri Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Wakil Ketua II DPR Aceh, Kepala Dinas Sosial Aceh, perwakilan Polres Aceh Tenggara, Kasdim 0108/Aceh Tenggara, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Sekretaris Daerah, jajaran pejabat Eselon II dan III, Ketua TP-PKK, Ketua BKMT, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta ratusan mahasiswa dan pelajar.
Dalam sambutannya, Salim Fakhry mengatakan Aceh Tenggara memiliki kondisi geografis yang kaya akan sumber daya alam, namun juga menyimpan kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan pada musim tertentu.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat harus terus diperkuat.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam upaya penanggulangan bencana. Menurutnya, pemuda memiliki semangat, kepedulian sosial, keberanian, serta kemampuan beradaptasi yang menjadi modal besar dalam membangun masyarakat yang tangguh.
"Kemampuan beradaptasi yang dimiliki pemuda merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana," ujar Salim Fakhry.
Bupati berharap Apel Siaga Bencana menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi antarlembaga, memperkuat kapasitas relawan, serta mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Aceh Tenggara sebagai daerah yang tangguh menghadapi bencana.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan orasi kebencanaan yang disampaikan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, penampilan Tari Persembahan Siaga Bencana, serta penyerahan buffer stock logistik penanggulangan bencana senilai Rp3.041.813.607 sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di Aceh Tenggara.[]












