,
Hi Aceh
Home/DAERAH/BPMA Kawal Optimasi Lapangan Arun dan SLS, Target Produksi Migas Aceh Meningkat pada 2027
DAERAH

BPMA Kawal Optimasi Lapangan Arun dan SLS, Target Produksi Migas Aceh Meningkat pada 2027

Redaksi
Redaksi·calendar_todayJune 29, 2026·12.18 WIB
Foto 1

Aceh Utara – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terus mengawal percepatan pengembangan Lapangan Arun dan South Lhok Sukon (SLS) di Wilayah Kerja (WK) "B" guna meningkatkan produksi migas dan mendorong penerimaan negara maupun daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja dan monitoring yang dipimpin Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, bersama jajaran ke Wilayah Kerja "B", Juni 2026.

Rombongan BPMA turut didampingi manajemen Pema Global Energi (PGE), selaku operator, untuk meninjau langsung perkembangan pelaksanaan program Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun dan SLS.

Monitoring dilakukan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, mulai dari aspek teknis bawah permukaan (subsurface), fasilitas produksi, jadwal proyek, proyeksi produksi, hingga aspek komersial dan keekonomian proyek.

Dalam peninjauan tersebut, BPMA memfokuskan evaluasi pada tiga proyek strategis yang menjadi penopang peningkatan produksi migas, yakni pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF).

Hasil monitoring menunjukkan ketiga proyek tersebut mengalami perkembangan yang cukup positif. BPMA dan PGE juga terus berdiskusi untuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan guna meningkatkan produksi migas di masa mendatang.

Secara keseluruhan, progres proyek dinilai sesuai dengan target. Seluruh fasilitas direncanakan mulai beroperasi (onstream) pada 2027 sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi dan penjualan gas dari Wilayah Kerja "B".

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan proyek harus tetap mengutamakan keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, dan tata kelola yang baik.

"BPMA mendukung penuh seluruh upaya peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja 'B' guna memastikan keberlanjutan produksi serta pemenuhan kebutuhan feed gas bagi fasilitas pengolahan yang sedang dikembangkan. Monitoring ini juga menjadi sarana untuk memahami berbagai tantangan di lapangan sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan efektif agar target proyek dapat tercapai sesuai rencana," ujarnya.

BPMA juga mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan sinergi agar setiap tahapan proyek berjalan tepat waktu.

Melalui Optimasi Pengembangan Lapangan Arun dan SLS, BPMA berharap produksi migas, nilai keekonomian proyek, serta penerimaan negara dan daerah dapat terus meningkat secara berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Aceh.[]

Komentar

0