,
Hi Aceh
Home/DAERAH/BPMA dan Medco E&P Optimalkan Dua Sumur Migas di WK A, Produksi Gas Berpotensi Bertambah 7 MMSCFD
DAERAH

BPMA dan Medco E&P Optimalkan Dua Sumur Migas di WK A, Produksi Gas Berpotensi Bertambah 7 MMSCFD

Redaksi
Redaksi·calendar_todayAugust 4, 2026·12.18 WIB
Foto 1

BANDA ACEH – Upaya meningkatkan produksi gas bumi di Aceh kembali menunjukkan hasil positif. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Malaka berhasil mengoptimalkan dua sumur di Wilayah Kerja (WK) A di Kabupaten Aceh Timur melalui pekerjaan workover yang diproyeksikan menambah produksi gas hingga sekitar 7 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Tambahan produksi tersebut berasal dari Sumur JR-74 yang diperkirakan menyumbang sekitar 5 MMSCFD dan Sumur JR-38A sekitar 2 MMSCFD. Kedua sumur saat ini masih menjalani tahapan pengujian sebelum beroperasi penuh.

Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, mengatakan keberhasilan pekerjaan workover pada Sumur JR-74 menjadi langkah penting dalam mengembalikan produktivitas sumur yang telah ada tanpa harus membuka sumur baru.

Pekerjaan dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari cement remediation, squeeze cementing, perforasi, pemasangan single selective completion, hingga swab well kick pada Formasi Upper Keutapang (UK-4) dan Upper Keutapang (UK-5).

"Hasil pekerjaan menunjukkan kedua zona berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan performa yang sangat baik. Berdasarkan evaluasi teknis, pekerjaan ini berhasil mengembalikan potensi produksi gas dari Formasi UK-4 dan UK-5 dengan estimasi tambahan produksi sekitar 5 MMSCFD," ujar Ibnu dalam rilis yang diterima pada Senin, (3/8/2026).

Menurut dia, sebelum sumur mulai berproduksi secara komersial, BPMA dan Medco E&P Malaka masih akan melakukan well test untuk memastikan laju produksi dari masing-masing zona.

Di sisi lain, pekerjaan workover pada Sumur JR-38A juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sejak dimulai pada 18 Juli 2026, berbagai pekerjaan teknis telah diselesaikan, termasuk pembersihan casing, pemasangan lower packer, perforasi Formasi BB Sand, hingga pemasangan sistem dual completion yang memungkinkan zona produksi dan injeksi beroperasi secara bersamaan.

Pada 30 Juli 2026, pengujian kemampuan injeksi menunjukkan laju 3,2 barel per menit pada tekanan 1.000 psi atau setara sekitar 4.600 BWIPD. Sehari kemudian, pelaksanaan swab well kick berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan estimasi potensi produksi sekitar 2 MMSCFD.

Rangkaian pekerjaan menggunakan rig telah dijadwalkan selesai pada 1 Agustus 2026. Tahapan berikutnya adalah pengujian produksi secara rigless untuk memastikan kapasitas gas yang dapat diproduksikan sebelum sumur mulai dioperasikan.

Keberhasilan mengoptimalkan dua sumur tersebut memperlihatkan strategi BPMA dan Medco E&P Malaka dalam menjaga keberlanjutan produksi migas melalui optimalisasi aset yang telah ada. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pasokan energi dalam jangka pendek sekaligus mendukung target produksi gas nasional.

Apabila seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana, tambahan produksi sekitar 7 MMSCFD dari kedua sumur tersebut diharapkan segera masuk ke sistem produksi dan memperkuat kontribusi Aceh sebagai salah satu daerah penghasil gas bumi di Indonesia.[]

Komentar

0