,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Bendungan Keureuto dan Rukoh Resmi Beroperasi, Mualem Apresiasi Komitmen Prabowo Bangun Aceh
DAERAH

Bendungan Keureuto dan Rukoh Resmi Beroperasi, Mualem Apresiasi Komitmen Prabowo Bangun Aceh

Redaksi
Redaksi·calendar_todayJuly 11, 2026·12.22 WIB
Momen Presiden Prabowo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf satu mobil saat kunjungan kerja di Aceh.

Momen Presiden Prabowo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf satu mobil saat kunjungan kerja di Aceh.

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi komitmen Presiden RI Prabowo Subianto terhadap pembangunan di Aceh setelah meresmikan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie. Kehadiran dua Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dinilai menjadi fondasi baru bagi penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, energi, dan pengendalian banjir di Aceh.

"Berfungsinya dua bendungan itu sangat bermanfaat bagi Aceh. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo," kata Mualem, Sabtu (11/7/2026).

Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh bersama tiga bendungan lainnya pada Jumat (10/7/2026). Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sedangkan empat bendungan lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Mewakili Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun bersama unsur Forkopimda Aceh mengikuti rangkaian peresmian secara virtual dari Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie.

Nasir mengatakan Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, yang telah menuntaskan pembangunan dua bendungan tersebut.

"Bendungan Keureuto dibangun sejak 2015 dengan nilai kontrak Rp2,961 triliun, sedangkan Bendungan Rukoh dibangun sejak 2018 dengan nilai kontrak Rp1,7 triliun. Alhamdulillah kini telah diresmikan Bapak Presiden Prabowo," ujarnya.

Menurut Nasir, penyelesaian Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh sebagai Proyek Strategis Nasional menjadi fondasi penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, serta pengendalian banjir di Aceh.

Secara keseluruhan, kedua bendungan tersebut mampu melayani areal irigasi seluas 26.889 hektare.

Bendungan Keureuto di Aceh Utara memiliki kapasitas tampung 215 juta meter kubik air. Bendungan itu mampu mengairi 14.695 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku 650 liter per detik, mengendalikan banjir pada kawasan seluas 627 hektare, serta memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW.

Sementara Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie memiliki kapasitas tampung 128 juta meter kubik air. Bendungan tersebut melayani irigasi seluas 12.194 hektare di Daerah Irigasi Baro Raya, menyediakan air baku 900 liter per detik bagi 20 kecamatan, mengendalikan banjir pada area seluas 51 hektare, serta memiliki potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW dan PLTS 137 MW.

Nasir menambahkan, optimalisasi pemanfaatan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh akan mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan indeks pertanaman dengan potensi produksi mencapai 384 ton per tahun. Selain itu, kedua bendungan tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri, mendorong pengembangan energi hijau, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah Aceh.[]

Komentar

0