,
Hi Aceh
Home/NASIONAL/Prabowo: Orang yang Tak Pernah Sulit Tak Bisa Jadi Pemimpin
NASIONAL

Prabowo: Orang yang Tak Pernah Sulit Tak Bisa Jadi Pemimpin

Redaksi
Redaksi·calendar_todayAugust 8, 2026·11.34 WIB
Foto 1

Presiden Prabowo Subianto berpendapat orang-orang yang tak pernah mengalami kesulitan dan penderitaan tidak bisa menjadi pemimpin. Bagi Prabowo, pembentukan karakter seseorang harus melewati hambatan dan rintangan

Kepala Negara menyatakan ini dalam acara perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sekaligus peluncuran bukunya, di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

“Hampir bisa dikatakan, orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak menghadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan, hampir bisa dikatakan ndak jadi pemimpin. Itu kenyataan,” tutur Prabowo pada Jumat, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Tak hanya itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai keberanian merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin. Namun, katanya, keberanian mesti didukung dengan nilai-nilai kebaikan dan empati.

“Berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin, tapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin,” ujar Prabowo.

Dia mengatakan, jiwa kepemimpinan bukanlah hadiah yang bisa didapatkan begitu saja. “Kepemimpinan itu didapatkan melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam seorang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, eks Menteri Pertahanan era Presiden Joko Widodo ini mengisahkan dirinya yang sempat memimpin pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Dia mengklaim, dengan pengalamannya sebagai pemimpin, ia berkemampuan menilai seseorang hanya dengan interaksi sekilas.

“Dari muda kita sudah berhadapan dengan 30 orang, pertama kali itu. Bahkan di Akademi kita sudah berurusan dengan orang, jadi kita sudah bisa lihat. Kita bisa menangkap apakah itu dikatakan getaran, apa dikatakan insting, mungkin bahasa Inggrisnya vibes atau chemistry. Dan kita bisa menilai dari dua-tiga kalimat, dari pembicaraan, dari tanggapan,” kata Prabowo.

Maka dari itu, ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki ketangguhan menghadapi persaingan antarbangsa. Prabowo tak ingin generasi penerus Indonesia mudah menyerah atau mengeluh. “Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras? Atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?” ucap Prabowo.

Komentar

0