,
Hi Aceh
Home/NASIONAL/Pemerintah akan Desain Ulang APBN untuk Pendidikan Gratis
NASIONAL

Pemerintah akan Desain Ulang APBN untuk Pendidikan Gratis

Redaksi
Redaksi·calendar_todaySeptember 26, 2026·03.36 WIB
Foto 1

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah berpeluang mendesain ulang anggaran pendidikan yang telah dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2027. Rencana penyesuaian anggaran dilakukan untuk membiayai program pendidikan gratis dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi negeri yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Suahasil, pemerintah belum menetapkan angka tambahan anggaran secara khusus untuk menjalankan program pendidikan gratis. Desain pendidikan gratis saat ini masih dirumuskan oleh tim khusus yang dibentuk oleh Prabowo.

Ini kan desain besar yang kita cari, desain besar pendidikan Indonesia. Itu diarahkan, didiskusikan," ucap Suahasil usai rapat mengenai rencana pendidikan gratis di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Saat ini, ia mengatakan anggaran pendidikan dalam APBN telah dialokasikan sebesar 20 persen dari total belanja negara. Ketentuan itu seusai mandat Undang-Undang Dasar 1945. Untuk 2027, nilai anggaran pendidikan tersebut disebut mencapai lebih dari Rp 800 triliun. Setelah rapat di Istana Kepresidenan hari ini, Suahasil mengatakan pemerintah akan mengatur ulang angka tersebut.

"Ini diberi arahan untuk lakukan redesign. Tujuannya memperkuat kualitas pendidikan," tutur dia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan skema menggratiskan biaya perguruan tinggi negeri (PTN) masih terus dihitung. Dia mengungkapkan ada beberapa opsi skema pembiayaan yang masih dikaji.

Salah satu skema yang dipertimbangkan adalah pendidikan gratis untuk mahasiswa dari desil ekonomi bawah. Pemerintah juga meninjau ulang cara perguruan tinggi negeri membiayai operasional mereka selama ini.

"Nanti kita semuanya akan kita exercise, mana yang paling fit dengan kondisi fiskal kita, ruang fiskal kita," kata Brian di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Komentar

0