Air Terjun Suhom yang Menyimpan Energi dan Pesona

Terletak sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, Air Terjun Suhom adalah salah satu surga tersembunyi di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Perjalanan menuju air terjun ini menyuguhkan panorama alam yang memanjakan mata. Jalanan berliku yang melewati dua gunung, Gunung Paro dan Gunung Kulu mengantar wisatawan melewati hamparan sawah, perbukitan hijau, hingga lautan biru yang memukau di kejauhan.
Air Terjun Suhom berada di Gampong Krueng Kala, sebuah desa yang masih asri dan kental dengan nuansa pedesaan. Sesampainya di lokasi, suara gemericik air yang jatuh dari celah bebatuan menjadi penanda bahwa air terjun telah dekat. Suara itu berpadu indah dengan kicauan burung dan semilir angin yang menerobos celah pepohonan, menciptakan suasana damai yang menyegarkan.
Setelah melewati jalan perkampungan yang telah beraspal mulus, pengunjung akan menempuh jalur berbatu menuju pintu masuk air terjun. Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang. Begitu masuk, panorama hijau nan asri langsung menyambut. Udara pegunungan yang sejuk dan suara gemericik air benar-benar membuat siapa pun betah berlama-lama di sini.
Konon, nama "Suhom" berasal dari bahasa Aceh yang berarti "sunyi". Dahulu, kawasan ini memang sangat terpencil dan jarang dijamah manusia. Namun seiring waktu, pesonanya mulai terkuak dan berhasil memikat hati para pelancong, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Tak hanya menawarkan keindahan alam, Air Terjun Suhom juga memiliki peran penting sebagai sumber energi.
Air terjun ini dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Debit airnya yang mencapai 360 liter per detik mampu menghasilkan listrik hingga 45.000 kW per hari. Melalui pipa Ringstock berdiameter 60 inci dan panjang 40–50 meter, aliran air ini mengaliri pembangkit dan mampu menerangi lebih dari 200 kepala keluarga di dua desa sekitar.
Salah satu daya tarik utama Air Terjun Suhom adalah kejernihan airnya yang mengalir langsung dari hulu pegunungan. Air yang jatuh ke kolam alami di bawahnya tampak bening dan menyegarkan. Banyak pengunjung yang tergoda untuk berenang atau sekadar berendam, merasakan sejuknya air pegunungan yang menyegarkan tubuh.
“Saya baru pertama kali datang ke sini, bawa anak-anak juga. Mereka senang sekali karena airnya dingin dan cocok untuk bermain. Airnya juga tidak dalam, jadi aman untuk anak-anak,” ujar Yuli (33), wisatawan asal Banda Aceh.
Selain berenang, pengunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo yang dibangun oleh warga setempat. Di sekitar area juga tersedia warung kecil yang menjual berbagai minuman serta makanan ringan seperti mi instan dan camilan lainnya.
Menyeruput minuman sembari menikmati suara air terjun menjadi momen sempurna untuk melepas penat. Namun, meski menawarkan pesona alam luar biasa, fasilitas di kawasan wisata ini masih terbatas.
Amir (46), salah satu pengunjung, menyoroti minimnya fasilitas pendukung seperti musholla dan kebersihan area. Ia berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk membenahi kawasan ini agar lebih nyaman bagi wisatawan.
“Kalau sarana dan prasarananya ditingkatkan, saya yakin tempat ini bisa menjadi destinasi unggulan yang semakin nyaman untuk dikunjungi,” pungkasnya. []




