RI Jadi Negara Asing Pertama yang Beli Properti di Arab Saudi

Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) baru saja membeli Novotel Thakher Makkah. Langkah ini menjadikan Indonesia sebagai negara asing pertama yang membeli properti di Arab Saudi sejak ada aturan baru.
Dilansir dari Danantara Indonesia, hotel tersebut terdiri dari 1.461 kamar dan suite. Hotel ini diharapkan dapat melayani tamu-tamu yang hendak haji dan umrah setiap tahunnya. Selain hotel, Danantara juga membeli lahan seluas 4,4 hektare di sekitarnya.
"Bagi banyak jemaah, perjalanan ke Tanah Suci adalah momen paling bermakna dalam hidup, dan kenyamanan selama di sana merupakan salah satu hal penting yang harus disiapkan dengan sungguh-sungguh. Berangkat dari kebutuhan ini, Danantara Indonesia merampungkan akuisisi aset perhotelan di Makkah sebagai komitmen jangka panjang, dijalankan bertahap dengan tata kelola yang penuh kehati-hatian," tulis Danantara, dikutip detikcom, Sabtu (24/10/2026).
Tidak hanya itu, Danantara juga akan mengembangkan hotel tersebut agar mampu memberikan akomodasi, pelayanan, dan kapasitas yang maksimal ke depannya. Menggandeng mitra lokal, Al-Khomasiah, pedoman kelayakan komersial, perizinan, dan tata kelola yang baik, lahan di sekitar hotel akan dikembangkan.
Kabar akuisisi ini mendapat sorotan dari media internasional. Dilansir dari Arab News, Indonesia disebut sebagai negara asing pertama yang membeli properti di Arab Saudi setelah berlakunya pelonggaran penjualan properti kepada negara asing.
Thakher Development, pengembang utama Thakher Makkah, telah menyerahkan dokumen-dokumen penyelesaian penjualan Novotel Thakher Makkah yang memiliki 1.461 kamar dan 14 lahan pengembangan yang berdekatan.
Penjualan ini dilakukan setelah diberlakukannya Undang-Undang Kepemilikan Properti oleh Warga Non-Saudi, yang mulai berlaku pada bulan Januari, dan juga mendukung tujuan Kerajaan untuk menampung 30 juta jamaah umrah setiap tahunnya pada tahun 2030, meningkat dari 8,5 juta pada tahun 2019.
"Ini adalah momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Menyambut negara asing pertama yang memiliki properti di destinasi kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah," kata Faisal Shaker, CEO Thakher Development.
"Sebagai Thakher Development, kami merancang peluang investasi untuk kemitraan dalam skala sebesar ini, dan kami bangga telah menyelesaikan transaksi ini dari penandatanganan hingga penyerahan hak milik dalam waktu sepuluh bulan," tambahnya.
Dalam berita tersebut, disebut bahwa Danantara berencana untuk mengembangkan 14 lahan seluas total 44.088 meter persegi menjadi hotel dengan sekitar 6.000 kamar tambahan dan pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai ritel, sebuah investasi lebih dari SR2 miliar atau setara Rp 9,6 triliun (kurs Rp 4.822).
Thakher Makkah memiliki luas 320.000 meter persegi, terletak 1,2 km di sebelah utara Masjidil Haram.












