,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Pemko Sabang Kembangkan Ekowisata Gunung Api Jaboi dan Produk Lokal
DAERAH

Pemko Sabang Kembangkan Ekowisata Gunung Api Jaboi dan Produk Lokal

Redaksi
Redaksi·calendar_todayOctober 21, 2026·01.56 WIB
Foto 1

SABANG – Pemerintah Kota Sabang mendorong pengembangan ekowisata Gunung Api Jaboi sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi. Upaya ini dilakukan melalui pembenahan fasilitas wisata, pendampingan usaha, dan perluasan pemasaran untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pendampingan pelatihan dan pengembangan KUPS Serbok Jaboi yang dipimpin Wakil Wali Kota Sabang, Suradji, di Ruang Rapat Wali Kota Sabang, Rabu (21/10/2026).

Rapat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, Pemerintah Gampong Jaboi, pengurus dan anggota KUPS Serbok Jaboi, serta perwakilan WRI Indonesia sebagai mitra pendamping.

Suradji menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar berbagai kebutuhan kelompok usaha dapat ditindaklanjuti secara konkret. Ia meminta perangkat daerah menginventarisasi persoalan di lapangan dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

“Kita ingin setiap pertemuan menghasilkan tindak lanjut yang jelas. Apa yang menjadi kebutuhan KUPS harus diinventarisasi, kemudian kita lihat mana yang bisa ditangani langsung dan mana yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun pihak lain,” kata Suradji.

Sejumlah kebutuhan yang dibahas meliputi penyediaan air bersih, pembangunan gapura identitas kawasan, pembersihan jalur akses, perbaikan penerangan jalan, serta peningkatan keamanan di sekitar kawah. Rencana pengembangan infrastruktur juga mencakup pagar pengaman di titik rawan, jembatan akses, spot foto interaktif, perbaikan jalur pendakian, serta pembenahan musala dan MCK.

Selain wisata alam, kawasan Gunung Api Jaboi diarahkan menjadi destinasi wisata edukasi yang memadukan rekreasi dan pembelajaran berbasis alam. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan ialah agrowisata buah naga, mulai dari edukasi pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga panen.

“Kita ingin wisata di Sabang memiliki nilai tambah, bukan hanya tempat untuk berkunjung, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Potensi yang ada harus dikembangkan secara kreatif agar memberikan pengalaman menarik sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan tersebut didukung Program Blended Finance Model (BFM) di Aceh yang digagas melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan WRI Indonesia. Program ini mendampingi KUPS Serbok Jaboi dalam mengoptimalkan ekowisata Kawah Gunung Api Jaboi serta mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah.

Pendampingan meliputi pelatihan pengelolaan destinasi, peningkatan kemampuan pelayanan dan pemanduan wisata, serta penyusunan standar operasional prosedur program konservasi Pohon Asuh. Masyarakat juga mendapat dukungan pengembangan produk berbahan dasar belerang, seperti sabun dan lulur.

Dalam 90 hari pertama, program akan berfokus pada verifikasi kebutuhan teknis dan pelaksanaan pelatihan prioritas.

Saat ini, KUPS Serbok Jaboi telah mengembangkan sejumlah usaha, antara lain ekowisata Gunung Api Jaboi, kolam air panas Dragon Park Jaboi, agrowisata buah naga, serta produksi sabun belerang dan teh sarang semut. Pengelolaan usaha tersebut turut didukung sumber daya manusia dengan kompetensi di bidang pemanduan wisata, fotografi drone, pemandu kegiatan luar ruang, dan kuliner bersertifikasi.

Pengembangan potensi tersebut turut mengantarkan Gampong Jaboi meraih prestasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Dukungan pendanaan juga datang dari Bank Indonesia, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL), serta BPDLH.

Untuk memperluas pasar, Pemko Sabang mendorong peningkatan kualitas produk, pemenuhan persyaratan perizinan, pengemasan yang menarik, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Sektor perhotelan dan homestay di Sabang juga dinilai berpotensi menjadi pasar bagi produk-produk KUPS.

“Produk yang dihasilkan masyarakat harus kita bantu agar semakin berkualitas, memiliki legalitas yang diperlukan, dan dikenal pasar. Potensi pasar di Sabang sendiri masih terbuka, sehingga ini harus menjadi peluang bagi KUPS untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambah Suradji.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, kelompok usaha, dan mitra pendamping, pengembangan Serbok Jaboi diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata Gunung Api Jaboi, tetapi juga memperluas peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat Gampong Jaboi secara berkelanjutan.[]

Komentar

0