Waspadai Gangguan Sirkulasi Darah, Ini Gejala Awal yang Tak Disadari

Jakarta -- Kesemutan, kaki terasa dingin, mudah pegal, atau tungkai terasa berat merupakan keluhan yang cukup sering muncul dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut bisa terjadi setelah duduk terlalu lama, kurang bergerak, atau mempertahankan posisi tubuh yang sama selama berjam-jam.
Namun, keluhan yang muncul berulang, semakin sering, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak terus diabaikan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesehatan sistem peredaran darah.
Sirkulasi darah berperan penting dalam mengantarkan oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh sekaligus membawa hasil metabolisme untuk diproses lebih lanjut. Ketika aliran darah terganggu, jaringan tubuh dapat mengalami kekurangan pasokan yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya secara optimal.
Gangguan sirkulasi darah bukan merupakan satu diagnosis tunggal. Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai masalah pada jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit pembuluh darah perifer serta penyakit kardiovaskular.
Salah satu mekanisme yang dapat mengganggu aliran darah adalah penumpukan plak pada pembuluh darah. Plak dapat menyebabkan pembuluh menyempit sehingga aliran darah ke jaringan menjadi kurang optimal.
Risikonya dapat meningkat akibat pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, konsumsi alkohol berlebihan, serta kelebihan berat badan. Faktor metabolik seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan gangguan kadar lemak darah juga perlu diperhatikan.
Jika tidak dikendalikan, gangguan pada pembuluh darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. Pada kondisi tertentu, berkurangnya aliran darah juga dapat mengganggu fungsi jaringan atau anggota tubuh.
Data Kemenkes yang dipublikasikan pada 20 Februari 2025 menunjukkan hampir 75% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, bahkan merenggut hampir 800.000 jiwa setiap tahun.
Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah sebaiknya dilakukan sebelum keluhan muncul. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan profil lemak secara berkala dapat membantu mengenali faktor risiko lebih awal, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular.
Menjaga sirkulasi darah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah sekaligus membantu mengendalikan berat badan.
Pola makan juga perlu diperhatikan dengan memilih makanan yang beragam, seimbang, dan tidak berlebihan. Perbanyak sayur, buah, sumber protein, biji-bijian, serta sumber lemak sehat, sekaligus membatasi asupan garam, gula, dan lemak tidak sehat.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, menjaga berat badan, tidur yang cukup, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.












