USK Dorong Desa Lampuuk Jadi Gampong Sadar Stunting Lewat Aplikasi Digital

Banda Aceh— Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Departemen Farmasi FMIPA dan Fakultas Kedokteran melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) bertajuk “SIGAP Stunting: Penerapan Aplikasi Digital untuk Pemantauan serta Intervensi Dini Stunting Berbasis Komunitas” di Gampong Lampuuk, Aceh Besar.
Program yang diinisiasi oleh Lydia Septa Desiyana, S.Farm., M.Si., Apt; Febia Sari, S.Farm., M.Si., Apt; Tedy Kurniawan Bakri, S.Farm., M.Farm., Apt; dr. Hijra Novia Suardi, Sp.FK dan Dr. Suryawati, M.Sc ini mengusung tema “Membangun Gampong Sadar Stunting melalui Penerapan Aplikasi Digital Berbasis Komunitas.”
Kegiatan pelatihan dan penguatan kader digelar pada 22 Agustus 2026 dengan melibatkan Kepala Desa Lampuuk, Kader Posyandu, dan Ibu PKK.
dr. Hijra Novia Suardi, Sp.FK memfasilitasi materi gizi dan pencegahan stunting.
Respon peserta sangat positif terhadap metode edukasi yang digunakan, mulai dari modul, video edukasi, leaflet, hingga diskusi interaktif. Materi diakui mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut tim pengabdi, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting.
“Gampong bebas stunting itu penting, mari kita bersama mencegah stunting,” ujar salah satu narasumber.
Program ini diharapkan memperkuat keterampilan kader dalam penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Ke depan, tim berkomitmen menjalin kerjasama lebih luas dengan puskesmas untuk mewujudkan gerakan “Gampong Bebas Stunting.”[]












