Pesan Wali Kota Sabang ke Sarjana STIS Al-Aziziyah: Jangan Berhenti Belajar, Manfaatkan Peluang di Sabang

Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam memberi sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan III Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang, yang dirangkaikan dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang pada Rabu (16/9/2026).
SABANG — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam berpesan kepada 54 lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar sarjana. Ia mendorong para lulusan terus mengembangkan diri, berinovasi, dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia di Kota Sabang.
Pesan tersebut disampaikan Zulkifli saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan III STIS Al-Aziziyah Sabang yang dirangkaikan dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang, Rabu (16/9/2026).
“Adik-adik jangan pernah berhenti belajar. Teruslah berinovasi dan manfaatkan peluang yang ada di Sabang,” kata Zulkifli di Kampus STIS Al-Aziziyah Sabang.
Ia menekankan, keberhasilan seorang sarjana tidak hanya ditentukan oleh gelar akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Menurutnya, doa dan bakti kepada orang tua serta guru juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang meraih keberhasilan.
“Yang paling penting, jangan lupa doa orang tua dan guru, karena keberhasilan kita tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka,” ujarnya.
Dalam wisuda tersebut, sebanyak 54 wisudawan dan wisudawati dinyatakan lulus dari dua program studi, yakni Hukum Ekonomi Syariah sebanyak 37 orang dan Hukum Keluarga Islam sebanyak 17 orang.
Dari 54 lulusan tersebut, sebanyak 16 mahasiswa meraih predikat cumlaude, 24 orang predikat istimewa, dan 14 orang predikat baik sekali. Seluruh evaluasi tugas akhir atau skripsi serta verifikasi kelengkapan administrasi akademik juga telah diselesaikan sebelum penetapan kelulusan.
Zulkifli turut menyambut baik kehadiran STIS Al-Aziziyah dan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah di Sabang. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan tersebut membuka akses pendidikan bagi generasi muda sekaligus memperkuat pembinaan ilmu agama dan karakter masyarakat.
Sebelum menghadiri prosesi wisuda, Zulkifli juga menjemput langsung rombongan pendiri STIS Al-Aziziyah, Abu Syaikh H. Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, bersama Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Aziziyah Samalanga, dr. Tgk. Muhammad Thaifur, di Pelabuhan Balohan.
Sementara itu, Abu Mudi menyampaikan bahwa pendidikan Islam tidak semata-mata bertujuan mencetak sarjana, tetapi juga membentuk manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak.
“Wisuda bukan akhir dari belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah sarjana yang bermanfaat, berintegritas, memiliki kompetensi, dan tetap beriman serta beradab,” ujar Abu Mudi.
Ia menilai STIS Al-Aziziyah bersama Dayah Raudhatul Muna memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan Islam di Sabang. Perguruan tinggi diharapkan memperkuat kemampuan akademik, sementara dayah menjadi ruang pembentukan ilmu agama, adab, dan karakter generasi muda.
Abu Mudi juga mengajak pemerintah, ulama, akademisi, masyarakat, dan alumni untuk bersama-sama mendukung pengembangan STIS Al-Aziziyah agar terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi Sabang, Aceh, dan Indonesia.[]












