,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Mendagri Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang, Bawa Salam dan Doa Presiden Prabowo
DAERAH

Mendagri Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang, Bawa Salam dan Doa Presiden Prabowo

Redaksi
Redaksi·calendar_todayAugust 27, 2026·05.43 WIB
Foto 1

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjenguk Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, yang tengah menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan di salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia.

Kunjungan Mendagri pada Selasa (25/8/2026) tersebut merupakan penugasan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Tito datang untuk menyampaikan salam hormat sekaligus doa Presiden agar Wali Nanggroe segera pulih dan dapat kembali ke Aceh.

“Saya menyampaikan salam hormat dan doa dari Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto kepada Yang Mulia Wali Nanggroe. Beliau berharap Yang Mulia segera diberikan kesembuhan, dapat menyelesaikan proses pemulihan dengan baik, dan segera kembali ke Aceh,” ujar Tito menyampaikan pesan Presiden.

Wali Nanggroe telah menjalani perawatan di Penang selama hampir tiga bulan. Dalam pertemuan tersebut, kondisi kesehatan Tgk. Malik Mahmud dilaporkan terus membaik.

Kepada Mendagri, Wali Nanggroe menyampaikan bahwa proses pengobatannya hampir selesai dan kini telah memasuki tahap pemulihan.

Jika tidak terdapat kendala dalam proses pemulihan, Tgk. Malik Mahmud direncanakan kembali ke Aceh pada awal September 2026.

Tito menyambut baik perkembangan tersebut. Ia berharap Wali Nanggroe dapat menyelesaikan seluruh tahapan pemulihan sesuai anjuran tim medis sebelum kembali menjalankan aktivitas kelembagaan di Aceh.

Perhatian Presiden Prabowo terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe juga menunjukkan penghormatan pemerintah pusat terhadap posisi dan peran tokoh adat Aceh tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Lembaga Wali Nanggroe merupakan kepemimpinan adat yang bersifat independen dan berwibawa serta memiliki peran penting sebagai pemersatu masyarakat Aceh.

Meski tengah menjalani perawatan, Tgk. Malik Mahmud tetap mengikuti sejumlah agenda kelembagaan secara daring.

Pada Juli 2026, misalnya, ia mengikuti forum Mahkamah Agung terkait penyusunan naskah akademik pembentukan Pengadilan Niaga Syariah. Agenda tersebut diikuti di tengah proses pemulihan dan fisioterapi ortopedi yang dijalaninya di Penang.

Kunjungan Mendagri tidak hanya menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe, tetapi juga memperlihatkan eratnya komunikasi dan hubungan antara Pemerintah Pusat dengan para tokoh dan elemen masyarakat Aceh.

Dengan kondisi kesehatan yang terus membaik, masyarakat Aceh kini menanti kepulangan Wali Nanggroe ke Tanah Rencong untuk kembali menjalankan peran dan aktivitas kelembagaannya.[]

Komentar

0