Kebiasaan Minum Panas Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan

Sebuah studi terbaru menemukan kebiasaan mengonsumsi minuman yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat. Temuan ini menunjukkan sebaiknya kopi dan teh panas dikonsumsi di suhu yang sudah cukup nyaman untuk diminum.
Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer menemukan konsumsi minuman suhu tinggi dikaitkan dengan risiko squamous cell carcinoma (SCC) pada kerongkongan. Sementara itu, peningkatan risiko pada adenocarcinoma (SC), jenis kanker kerongkongan lainnya, tidak ditemukan.
"Dibandingkan dengan konsumsi minuman pada suhu 'hangat', konsumsi minuman pada suhu 'sangat panas' dikaitkan dengan risiko SCC tiga kali lebih tinggi, tetapi tidak dengan risiko AC, setelah memperhitungkan frekuensi konsumsi," tulis peneliti, dikutip dari Guardian, Kamis (10/9/2026).
Setelah memperhitungkan suhu minuman, konsumsi enam cangkir atau lebih minuman panas setiap hari dibandingkan kurang dari enam cangkir dikaitkan dengan peningkatan risiko SCC sebesar 71 persen, sementara kaitannya dengan AC sangat kecil," sambungnya.
Studi tersebut dipimpin Dr Keren Papier, ahli epidemiologi nutrisi senior di departemen kesehatan populasi University of Oxford.
Temuan ini didasarkan pada analisis konsumsi minuman panas dari hampir 980 ribu orang di Inggris. Para peserta diikuti selama 14 tahun sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran jangka panjang mengenai kebiasaan minum dan kondisi kesehatan mereka.
Para peserta ditanya mengenai preferensi mereka dalam mengonsumsi minuman panas. Pilihan jawabannya meliputi 'sangat panas', 'panas', 'hangat', dan 'tidak minum minuman panas'. Kesimpulan penelitian didasarkan pada perkiraan peserta mengenai suhu minuman yang mereka konsumsi, bukan pengukuran suhu secara langsung.
Temuan tersebut sesuai dengan sejumlah penelitian sebelumnya yang dilakukan di Asia, Afrika, Amerika Selatan, hingga Timur Tengah. Studi-studi itu menemukan minum pada suhu 70 derajat celsius atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.
Minuman yang sangat panas diduga meningkatkan risiko penyakit tersebut dengan menyebabkan kerusakan akibat panas pada sel-sel yang melapisi kerongkongan, yang juga dikenal sebagai saluran makanan. Konsumsi alkohol dan merokok merupakan faktor risiko utama lainnya untuk kanker jenis ini.












