,
Hi Aceh
Home/NASIONAL/Istana Jelaskan Konsep Ambulans dan Dokter Terbang yang Dicanangkan Presiden Prabowo
NASIONAL

Istana Jelaskan Konsep Ambulans dan Dokter Terbang yang Dicanangkan Presiden Prabowo

Redaksi
Redaksi·calendar_todayAugust 20, 2026·04.52 WIB
Foto 1

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan terobosan layanan kesehatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni ambulans terbang dan dokter terbang.

Program tersebut ditujukan untuk mempercepat akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

"Kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang? Istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo dikutip dari laman ANTARA, Sabtu 15 Agustus 2026.

Diungkap Prasetyo Hadi, gagasan dokter terbang menjadi bagian dari upaya menyediakan unit reaksi cepat kesehatan berbasis helikopter untuk wilayah tertentu. Konsep serupa juga telah diterapkan di sejumlah negara.

Prasetyo menjelaskan layanan tersebut nantinya dapat digunakan untuk menangani kondisi kesehatan tertentu di daerah terpencil. Namun, konsep tersebut tidak berarti setiap desa atau kelurahan harus memiliki moda transportasi udara. "Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu," ujarnya.

Selain dokter terbang, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo juga telah memerintahkan BUMN menyiapkan layanan dokter gigi keliling atau mobile dentist. Layanan tersebut nantinya menggunakan kendaraan yang dilengkapi peralatan untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi secara langsung kepada masyarakat.

Ia mengatakan pengembangan kendaraan dokter gigi keliling masih dalam proses. Pemerintah juga terus mengevaluasi perkembangannya karena peralatan yang dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan gigi berbeda dengan peralatan kedokteran umum

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat 15 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan terobosan untuk mengatasi sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Salah satunya melalui penyediaan ambulans udara untuk memudahkan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan layanan kesehatan..

“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup. Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter,” kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI 2026-2027 dikutip dari saluran YouTube TV Parlemen, Jumat 14 Agustus 2026.

Nantinya, ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil tersebut dapat mendarat di berbagai lokasi, seperti lapangan rumput, lapangan pasir, hingga pinggir sungai.

Dengan begitu, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan lebih mudah dievakuasi saat membutuhkan penanganan medis.

“Ambulans udara dengan helikopter, dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” sambung dia.

Nantinya, ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil tersebut dapat mendarat di berbagai lokasi, seperti lapangan rumput, lapangan pasir, hingga pinggir sungai. Dengan begitu, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan lebih mudah dievakuasi saat membutuhkan penanganan medis.

Selain ambulans udara, Prabowo juga membuka kemungkinan menghadirkan tim dokter yang dapat diterbangkan langsung ke lokasi pasien. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi solusi ketika pasien berada dalam kondisi kritis atau ketika terjadi bencana yang membuat akses menuju rumah sakit terhambat.

“Bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” kata dia lebih lanjut. Prabowo menerangkan bahwa kebutuhan terhadap terobosan layanan kesehatan tersebut muncul, karena masih ada masyarakat yang menghadapi kendala jarak dan akses menuju fasilitas kesehatan.

“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan. Pada saat sudah waktunya mau pecah, harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik, karena jembatan tidak bagus. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal di daerah-daerah yang tidak jauh dari ibukota,”kata dia.

Komentar

0