,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Dinsos Aceh Tempuh Medan Ekstrem ke Makam Cut Nyak Meutia, Perkuat Pelestarian Situs Pahlawan
DAERAH

Dinsos Aceh Tempuh Medan Ekstrem ke Makam Cut Nyak Meutia, Perkuat Pelestarian Situs Pahlawan

Redaksi
Redaksi·calendar_todayAugust 11, 2026·04.53 WIB
Foto 1

ACEH UTARA – Dinas Sosial Aceh menempuh perjalanan panjang dan medan ekstrem untuk melakukan kunjungan ke Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia di kawasan Alue Kurieng, Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pemantauan makam pahlawan, tetapi juga bagian dari upaya Dinas Sosial Aceh menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan para pahlawan agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Rombongan Dinas Sosial Aceh harus menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam menggunakan kendaraan melewati jalan perbukitan yang terjal dan ekstrem. Ketika kendaraan tidak lagi mampu melanjutkan perjalanan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Sekitar tiga jam rombongan berjalan menyusuri sungai, melewati bebatuan licin, tanjakan, pepohonan lebat hingga batang-batang pohon tumbang yang menutup jalur menuju makam.

Medan berat tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan Dinas Sosial Aceh. Perjalanan itu sekaligus menghadirkan perenungan mengenai besarnya perjuangan yang dahulu harus ditempuh para pejuang ketika melawan penjajahan.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Cut Aja Nurullah, S.H., M.M., mengatakan perjalanan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi rombongan.

“Alhamdulillah, atas izin Allah, kami akhirnya sampai ke Makam Cut Nyak Meutia. Perjalanan ini benar-benar memberikan gambaran bahwa perjuangan para pahlawan dahulu tentu jauh lebih berat. Mereka menghadapi medan alam yang sulit tanpa fasilitas dan teknologi seperti yang kita miliki sekarang, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa,” ujar Cut Aja.

Menurutnya, kunjungan Dinas Sosial Aceh bukan sekadar melihat kondisi makam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan.

“Apa yang kami rasakan hari ini mungkin hanya sedikit gambaran tentang beratnya medan yang dahulu dilalui para pahlawan. Dari sini kita belajar untuk lebih menghargai jasa mereka. Kemerdekaan yang kita nikmati tidak datang dengan mudah,” katanya.

Cut Nyak Meutia gugur dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda dan kemudian dikenang sebagai salah satu simbol keberanian dan keteguhan perempuan Aceh dalam mempertahankan tanah air.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Dinas Sosial Aceh juga melihat makam Teuku Chik Seupot Mata, salah seorang pejuang yang turut berjuang bersama Cut Nyak Meutia dan gugur dalam perlawanan terhadap Belanda di kawasan tersebut.

Dinas Sosial Aceh turut memberikan perhatian terhadap keberadaan makam Teuku Chik Seupot Mata. Cut Aja berharap sejarah perjuangannya dapat terus dikaji dan didokumentasikan, termasuk kemungkinan untuk didorong dalam proses pengusulan sebagai pahlawan nasional sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi bagaimana perjuangan para pendahulu tetap hidup, dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, penjaga makam, Teungku Muda Wali, menyampaikan bahwa akses menuju makam masih menjadi salah satu tantangan utama. Sebagian jalan telah dibangun, namun masih terdapat sekitar enam kilometer yang belum terselesaikan.

Ia berharap pembangunan akses dapat kembali dilanjutkan agar masyarakat lebih mudah berkunjung ke makam.

“Setiap minggu sebenarnya ada yang ingin datang, tetapi karena kondisi jalan sangat ekstrem, banyak yang akhirnya mengurungkan niat,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Cut Aja mengatakan perawatan makam dan pelestarian situs sejarah membutuhkan perhatian serta sinergi berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Mudah-mudahan ada jalan dan solusi dari semua pihak. Kita ingin kawasan makam pahlawan dirawat dengan baik dan aksesnya semakin mudah, sehingga masyarakat dapat datang untuk mengenang sekaligus belajar dari sejarah perjuangan para pahlawan,” ujarnya.

Bagi Dinas Sosial Aceh, perjalanan menuju Makam Cut Nyak Meutia juga menjadi pengingat bahwa keberadaan makam pahlawan bukan hanya berkaitan dengan tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh, tetapi merupakan bagian dari ingatan sejarah bangsa yang perlu dijaga.

Dari kawasan yang berada di tengah bukit, hutan dan sungai tersebut, nilai perjuangan Cut Nyak Meutia kembali diingatkan kepada generasi masa kini. Semangat keberanian, keteguhan dan pengorbanannya diharapkan terus hidup serta menjadi inspirasi bagi generasi Aceh dan generasi penerus Indonesia.

Melalui kunjungan dan pemantauan tersebut, Dinas Sosial Aceh menegaskan pentingnya menjaga situs kepahlawanan sekaligus memastikan sejarah perjuangan para pahlawan tetap hidup, dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.[]

Komentar

0