,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Dinsos Aceh Perkuat Pengawasan Makam Laksamana Keumalahayati, Jaga Warisan Sejarah Aceh
DAERAH

Dinsos Aceh Perkuat Pengawasan Makam Laksamana Keumalahayati, Jaga Warisan Sejarah Aceh

Redaksi
Redaksi·calendar_todayAugust 4, 2026·05.44 WIB
Foto 1

Aceh Besar – Dinas Sosial Aceh memperkuat komitmen menjaga kelestarian situs kepahlawanan dengan melakukan pengawasan dan pemantauan Makam Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Aceh, Cut Aja Nurullah, S.H., M.M., didampingi Kepala Seksi Potensi Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial, Hersie Malahayatie Shandra, A.KS., bersama tim Dinas Sosial Aceh.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga situs-situs kepahlawanan sebagai aset sejarah bangsa yang memiliki nilai edukatif dan budaya, sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Setibanya di lokasi, tim Dinas Sosial Aceh melakukan peninjauan terhadap kondisi fisik makam, kebersihan dan kelestarian lingkungan, fasilitas pendukung, hingga aspek keamanan dan kenyamanan bagi peziarah maupun wisatawan.

Selain melakukan pemantauan, Dinas Sosial Aceh juga berdialog dengan pengelola makam untuk menghimpun berbagai masukan mengenai kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan kawasan situs sejarah tersebut.

Pengurus Makam Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati, Rajeski, turut memberikan informasi mengenai kondisi kawasan makam, pola perawatan yang selama ini dilakukan, serta perkembangan jumlah kunjungan masyarakat dan wisatawan.

Rajeski mengapresiasi perhatian Dinas Sosial Aceh yang secara berkala melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap makam tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi bukti kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah yang memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh maupun bangsa Indonesia.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian Dinas Sosial Aceh yang secara konsisten melakukan pemantauan terhadap Makam Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati. Harapan kami, makam ini senantiasa terawat dengan baik sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus mengenal, menghargai, dan meneladani perjuangan Laksamana Keumalahayati sebagai salah satu tokoh besar kebanggaan Aceh,” ujar Rajeski.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Aceh, Cut Aja Nurullah, menegaskan makam pahlawan bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh bangsa, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah yang dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, serta kecintaan terhadap tanah air.

Ia mengatakan, pengawasan secara berkala merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan situs-situs kepahlawanan tetap terpelihara dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sejarah, destinasi ziarah, sekaligus pengingat atas besarnya pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan bangsa.

“Masukan dari pengurus makam menjadi bagian penting dalam proses pengawasan. Informasi yang kami peroleh di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah-langkah pemeliharaan dan pelestarian ke depan, sehingga Makam Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati tetap terjaga sebagai situs sejarah, pusat edukasi, serta destinasi ziarah yang nyaman bagi masyarakat,” kata Cut Aja Nurullah.

Laksamana Keumalahayati merupakan sosok perempuan yang tercatat dalam sejarah sebagai laksamana perempuan pertama di dunia. Pada masa Kesultanan Aceh Darussalam, ia dipercaya memimpin armada laut kerajaan dan dikenal karena keberanian, kecerdasan strategi, serta keteguhannya dalam mempertahankan kedaulatan Aceh dari berbagai ancaman bangsa asing.

Keteladanan Laksamana Keumalahayati tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Nilai keberanian, kepemimpinan, pengabdian, serta semangat pantang menyerah yang diwariskannya dinilai tetap relevan sebagai inspirasi dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berjiwa nasionalis, dan mencintai tanah air.

Melalui kegiatan pemantauan tersebut, Dinas Sosial Aceh berharap Makam Pahlawan Nasional Laksamana Keumalahayati senantiasa terawat dengan baik dan terus menjadi ruang pembelajaran sejarah yang hidup bagi masyarakat.

Dinas Sosial Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat warisan sejarah bangsa.

“Merawat makam pahlawan bukan sekadar menjaga sebuah situs sejarah, tetapi juga menjaga ingatan kolektif bangsa agar semangat perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian para pahlawan senantiasa hidup di hati setiap generasi. Dengan demikian, warisan sejarah yang kita miliki akan terus menjadi sumber inspirasi dalam membangun Aceh dan Indonesia yang lebih baik,” tutup Cut Aja Nurullah.[]

Komentar

0