Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk WNI Tahun 2026-2027, Cek Infonya!

Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 beasiswa untuk masyarakat Indonesia di tahun akademik 2026-2027. Hal ini merupakan bentuk kerja sama pemerintah Arab Saudi dan Indonesia di bidang pendidikan.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Pendidikan Kerajaan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H Amodi menyambangi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kunjungan itu disambut oleh Wamendiktisaintek Fauzan yang mendorong agar masyarakat memanfaatkan peluang beasiswa tersebut. Khususnya, untuk mendukung kebutuhan studi doktoral dosen Indonesia yang kini masuk dalam kategori prioritas.
Kerja Sama Arab Saudi-Indonesia
Tidak hanya beasiswa, sepanjang 2026 tercatat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi. Jumlah itu terdiri 45 Memorandum of Understanding (MoU), 33 Memorandum of Agreement (MoA), dan 17 Implementation Arrangement (IA).
Kerja sama tersebut mencakup penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum dan program bersama, pusat penelitian dan keilmuan, pertukaran dosen, serta visiting professor.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang kolaborasi antarperguruan tinggi, STEM, riset bersama, pendidikan digital, program mobilitas, dan pengembangan kapasitas. Wamen Fauzan berharap akan ada banyak kolaborasi yang terjalin ke depannya.
"Ke depan, kami akan terus mendorong lebih banyak kolaborasi antar perguruan tinggi Indonesia dengan pemangku kepentingan dari Arab Saudi, termasuk di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara," tuturnya dikutip dari laman resmi Kemdiktisaintek, Jumat (4/9/2026).
Salah satu fokus kerja sama terbaru berkaitan dengan riset yang terhubung dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha. Keterkaitan ini dinilai Menteri Pendidikan Arab Saudi penting untuk proses pengembangan penelitian.
Di bidang penguatan kolaborasi riset, Arab Saudi berencana melakukan asesmen untuk mengidentifikasi 3-5 perguruan tinggi di Indonesia. Kampus-kampus ini berpotensi jadi mitra dalam program penelitian bersama.
Sebelumnya, Kemdiktisaintek sudah mengusulkan 11 kampus untuk jadi mitra 15 perguruan tinggi unggulan di Arab Saudi. Beberapa kerja sama termasuk soal pengembangan riset bersama telah berjalan di berbagai kampus.
Kampus yang dimaksud, seperti Universitas Negeri Surabaya-Saudi Electronic University, Universitas Muhammadiyah Makassar-Al Baha University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta-King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta-Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung-King Abdulaziz University.
Wamen Fauzan menilai penguatan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi perlu terus dilakukan. Kerja sama perlu memperhatikan kepentingan nasional kedua negara.
"Untuk tahun-tahun mendatang, kami berharap kita dapat terus melanjutkan hubungan dan kerja sama yang telah berlangsung lama, sekaligus memperluas cakupan kegiatan dan bidang kolaborasi dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan Arab Saudi," tegas Fauzan.












