,
Hi Aceh
Home/DAERAH/Air Mata Irfan Pecah Saat Terima Seragam Sekolah, Kisah Pelajar Terdampak yang Mengundang Haru
DAERAH

Air Mata Irfan Pecah Saat Terima Seragam Sekolah, Kisah Pelajar Terdampak yang Mengundang Haru

Redaksi
Redaksi·calendar_todaySeptember 4, 2026·05.43 WIB
Foto 1

ACEH UTARA — Suasana haru menyelimuti kunjungan Hj. Salmawati, S.E., M.M., yang akrab disapa Bunda Salma, Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, ke SMAN 2 Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (4/9/2026).

Kedatangan Bunda Salma awalnya disambut penuh semangat oleh para pelajar. Drum Band Duta Nada Suara tampil mengiringi penyambutan, menciptakan suasana meriah di lingkungan sekolah.

Namun, di balik dentuman drum dan riuh tepuk tangan para siswa, tersimpan kisah pilu yang seketika mengubah suasana menjadi haru.

Adalah Irfan, salah seorang pelajar SMAN 2 Tanah Jambo Aye yang ikut terdampak, tak kuasa menahan air mata ketika menerima bantuan seperangkat seragam sekolah yang diserahkan Bunda Salma.

Didampingi Kepala SMAN 2 Tanah Jambo Aye, Fitri Yeni, S.Pd.I., M.Pd., Ifan menerima seragam tersebut dengan tangan yang tampak berat menahan rasa haru.

Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya.

Air mata lebih dulu berbicara.

“Alhamdulillah,” ucap Irfan lirih.

Satu kata sederhana itu seolah mewakili begitu banyak perasaan yang sulit diungkapkan. Ada rasa syukur, lega, sekaligus haru karena di tengah kondisi yang tidak mudah, masih ada perhatian yang datang untuk dirinya dan pelajar lainnya.

Ifan merupakan salah satu pelajar yang ikut merasakan dampak dari kondisi yang dialami masyarakat. Bagi dirinya, bantuan seragam sekolah tersebut bukan sekadar pakaian baru untuk dikenakan ke sekolah.

Seragam itu memiliki arti lebih dalam.

Di tengah keterbatasan, sebuah seragam sekolah bisa menjadi alasan untuk kembali berdiri dengan penuh percaya diri. Menjadi pengingat bahwa masih ada orang yang peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak yang sedang berjuang.

Mata Irfan berkaca-kaca. Ia berusaha tersenyum, namun rasa haru tampak lebih kuat daripada senyum yang coba disembunyikannya. Bagi sebagian orang, seperangkat seragam mungkin hanyalah benda sederhana.

Tetapi bagi seorang pelajar yang sedang berada dalam kondisi sulit, seragam sekolah dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Seragam itu akan dikenakan untuk menuntut ilmu. Dipakai duduk di bangku kelas. Menjadi bagian dari perjuangan mengejar cita-cita dan membangun masa depan.

Karena itu, ketika seragam tersebut berada di tangannya, Irfan tak mampu menyembunyikan rasa haru. Air matanya jatuh bukan semata karena menerima bantuan, tetapi karena merasa diperhatikan.

Kunjungan Bunda Salma ke SMAN 2 Tanah Jambo Aye sekaligus penyerahan bantuan seragam sekolah menjadi momen yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pelajar.

Di balik kemeriahan Drum Band Duta Nada Suara, terselip satu pemandangan yang jauh lebih kuat: seorang pelajar yang menangis ketika menerima sesuatu yang bagi orang lain mungkin sederhana, tetapi baginya sangat berarti.

Tangis Irfan menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, ada anak-anak sekolah yang tetap berusaha bertahan, tetap ingin belajar dan tetap menggantungkan harapan pada masa depan.

Semoga seragam yang diterima Ifan dan para pelajar lainnya bukan hanya menutup kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus bersekolah, mengejar cita-cita dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Hari itu, Drum Band memang memainkan musik untuk menyambut seorang wakil rakyat. Tetapi air mata Irfan justru menjadi suara yang paling dalam—suara seorang anak yang ingin tetap sekolah dan terus berharap pada masa depan.[]

Komentar

0